Meniti Jalan Di Atas Bimbingan Salaful Ummah

Posts tagged ‘Islam’

Karena Agama Islam Begitu Menyenangkan

Mudahkanlah…
Dan jangan menyusahkan…

Berilah kabar gembira
Dan jangan membuat orang lari

Karena Islam begitu menyenangkan

Demikianlah nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallaam pada ummatnya agar memudahkan dan jangan mempersulit apalagi membuat manusia lari dari Islam,karena tabi’at Islam itu sendiri mudah dan tidak sulit ,bahkan menyenangkan bukan menakutkan dengan syarat tidak memudah-mudahkan dengan akal pikiran dan perasaan.Semua disandarkan pada nash yang shahih berdasar Al Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman generasi terbaik ummat ini yaitu para salafush shaih.

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يَسِرُّوْا وَلاَ تُنَفِّرُوْا ( رواه البخارِى ومسلم)

Dari Anas,dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ,beliau bersabda:”Mudahkanlah dan janganlah menyusahkan,dan berilah kabaar grmbira dan jangan membuat orang lari (dari agama ini).” Riwayat Bukhari (no.69 dan ini lafazhnya) dan Muslim (no.1734).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
عَنْ أَبِىْ هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنُ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ،فَسَدِّدُوْا وَقَارِبُوْا،وَاسْتَعِيْنُوْا بِلْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْ ٍٕ مِنَ الدُّلْجَةِ. (رواه البخارى)

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ,dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ,beliau bersabda:”Sungguh agama (Islam) ini mudah.Tidaklah seorangpun yang memberat-beratkannya melainkan agama ini mengalahkannya.Karena itu berlaku sedanglah kamu dan mendekatlah,serta mintalah bantuan di waktu pagi dan petang dan sedikit di akhir waktu malam.”[Hadits shahih riwayat Al-Bukhari (no.39,5673,6463,7235)].

Siapa yang memberat-beratkan agama Islam pasti akan dikalahkan karena begitu banyak jalan kebaikan dalam Islam yang telah diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,yang pasti dia tidak sanggup mengamalkan semuanya. Oleh karena itu hendaklah berlaku sedang,yaitu tengah-tengah dalam beramal,dengan tidak berlebihan dan mengurangi hak atau melalaikannya,dengan syarat amalnya benar sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Apabila tidak sanggup mengerjakan semua amal yang disunnahkan oleh Rasul atau tidak sanggup mengambil yang sempurna,maka kerjakanlah saja apa yang mampu dari amal shalih untuk mendekati kesempurnaan.Kemudian kerjakanlah amal taat kepada Allah ‘Azza wa Jalla pada waktu bersemangat,sebab saat itu hati-hati kita dapat merasakan kelezatan beribadah kepada Rabbul ‘alamin sehingga tidak menjemukan dan sampailah kita di tempat tujuan.

Seorang musafir yang cerdik pasti memilih waktu-waktu yang tepat untuk berjalan dan beristirahat.Begitu juga orang yang beribadah,hendaklah memilih waktu dan saat yang tepat yang sekiranya tidak membuat dia jemu dan malas hingga akhirnya meninggalkan atau mengurangi ibadah.

Oleh karena itu berlaku sedanglah dan mendekatlah sedikit demi sedikit untuk mencapai kesempurnaan,juga kerjakanlah ibadah dengan penuh semangat dan saat hati ini bisa merasakan kelezatan dalam beribadah.Karena ibadah ini bukanlah suatu beban yang membebani manusia,tetapi yakini bahwa ia merupakan kesenangan dan kegembiraan hakiki yang kelezatannya benar-benar dapat dirasakan.

Semoga bermanfaat.

***

Ummu Azhar,Bandung,18 Jumadal Akhiroh 1436 H / 8 April 2015 M

Tulisan ini merujuk pada catatan saat kajian “Islam itu Mudah” pada tahun 2011 di Masjid Besar Ujung Berung ,kota Bandung,yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim Abdat hafidzahullah.

Iklan

Siapa Dia yang Dosanya Terhapus dan Kabaikannya Terbalas ?

Sungguh beruntung,orang-orang kafir yang masuk Islam.Mereka benar-benar mendapat Kasih Sayangnya Allah Yang Maha Luas.Bagaimana tidak? Orang-orang kafir yang masuk Islam,seluruh dosa dan kesalahannya dihapus oleh Allah Ta’ala.Sedangkan semua kebaikannya yang berhubungan dengan manusia yang ia kerjakan di masa kafirnya akan di beri pahala oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hal ini tertuang dalam sabda Rasulullah shallalalhu ‘alaihi wasallam berikut:

عَنْ عَمْرِ وبْنِ الْعَاصِ أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللّه عليه وسلم قَالَ اَلإِسْلَامُ يَجُبُّ مَاقَبْلَهُ

“Dari Amr bin ‘Ash,bahwasanya Nabi shalallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,”Agama Islam itu menghilangkan (menghapuskan/menutup/menghapus) dosa-dosa sebelumnya.”[HSR.Ahmad]

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللّٰهِ صلى اللّٰه عليه وسلم يَقُوْلُ إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ يُكَفِّرُ اللّٰهُ عَنْهُ كُلَّ سَيِّىَٔةِكَانَ زَلَفَهَا وَكَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ اَلْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَاإِلَى سَبْعِمِاىَٔةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّىَٔةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَاللّٰهُ عَنْهَا

“Dari Abu Sa’id Al Khudriyyi,bahwasanya ia telah mendengar Rasulullah shallalalhu ‘alaihi wasallam bersabda,”Apabila seorang hamba masuk Islam,kemudian Islamnya menjadi baik,niscaya Allah menghapus segala kejahatannya.Sesudah itu setiap kebaikan di balas Allah sepuluh sampai tujuh ratus kali (lipat).Sedangkan kejahatannya dibalas hanya setimpal dengan kejahatan (yang dikerjakannya)itu.Kecuali pula kalau Allah (berkenan)memaafkan (kejahatannya)itu.”[HSR.Bukhari secara mu’allaq].

Berkata Hakim bin Hizam:

أَنَّهُ قَالَ لِرَسُوْلِ اللّٰهُ صلى اللّٰه عَلَيْهِ و سلم أَرَايْتَ أُمُوْرًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ هَلْ لِيْ فِيْهَا مِنْ شَيْ ٍٕ فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم أَسْلَمْتَ عَلَى مَا أَسْلَفْتَ مِنْ خَيْرٍ

“Sesungguhnya ia pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,”Bagaimana pendapatmu tentang beberapa kebaikan ang pernah kulakukan pada masa jahiliyyah,apakah aku masih mendapat kebaikaan-kebaikan yang aku lakukan pada masa jahiliyyah?”Lalu Rasulullah shaallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,”Engkau masuk Isalam dengan membawa kebaikan yang telah engkau lakukan dahulu.” [HSR.Muslim]

Semoga bermanfaat

Ummu ‘Afifah,Bandung,14 Robi’ul Akhir 1436 H / 4 Februari 2015 M